Sejarah akustik
oAuditorium, sebagai
tempat untuk mendengar, berkembang sejak teater terbuka klasik.
oSedikit
sekali petunjuk pada peradaban yunani dan romawi menggunakan Prinsip-prinsip akustik ketika mereka memilih tempat yang alami untuk membangun teater terbuka.
Kesukaran mendengar
diluar
ruangan
oBerkurangnya energi bunyi bila gelombang bunyi merambat di udara bebas
oBanyaknya
penyerapan bunyi yang di lakukan penonton
oGangguan
bising yang berasal dari bermacam-macam sumber lain
Teater
Terbuka Yunani
oUmumnya
merupakan teater terbuka dan dibuat dengan
latar
belakang bukit. Beberapa mencapai kapasitas tempat duduk 30.000; namun masih memberikan kualitas visual dan akustik yang baik.
oBagian
tengah disebut chorus/orchestra (“tempat
menari”). Ruang bagi audiens berbentuk setengah lingkaran.
o Di
belakang chorus adalah panggung panjang dan di belakangnya bangunan/ruang ganti dan penyimpanan.
oBarisan
depan,
dengan tempat duduk terbuat dari marmer, diperuntukkan bagi pendeta dan orang-orang penting.
